Dikala hati tebalut duka bencana
Haru meretakkan aksara mulia
kau tinggal kan sejuta angan
mengikis terpendamnya kerinduan
pikiran yg tak lagi mengalir
banyak beban yg terlalu dipikir
biarlah semua berjaln seperti air
ada awal pasti ada akhir
dalam renunganku semua abu-abu
jiwa seni muali hancur
terpecah seperti butiran debu
dan semua tak sepert alur
Tidak ada komentar:
Posting Komentar