Dikala hati tebalut duka bencana
Haru meretakkan aksara mulia
kau tinggal kan sejuta angan
mengikis terpendamnya kerinduan
pikiran yg tak lagi mengalir
banyak beban yg terlalu dipikir
biarlah semua berjaln seperti air
ada awal pasti ada akhir
dalam renunganku semua abu-abu
jiwa seni muali hancur
terpecah seperti butiran debu
dan semua tak sepert alur
Translate
Selasa, 12 Juni 2012
perhitungan CIF
Perhitungan
CIF :
CIF = Cost + Insurance + Freight
$21.500 + $272,15 + $3721,00
$25.493,15
Biaya pajak ditanggung oleh ekspotir, batas minimum
belanja kena pajak yaitu $50. Jika dibawah $50 maka tidak kena pajak bea masuk
namun jika melebihi $50 dikenakan pajak bea masuk.
Nilai
kena pajak
= $25.493,15 - $50
= $25.443,15
Bea
Masuk
= $25.443,15 x 10%
$2.544,32
PPN
= 10% x (CIF + Bea Masuk)
10% x ($25.443,15 + $2.544,32)
$2.798,75
PPh
= 7,5% x (CIF + Bea
Masuk)
7,5% x ($25.443,15 + $2.544,32)
$2.099,06
privatisasi perusahaan
Privatisasi adalah kebijakan yang multifaset, secara ideologis bermakna meminimalisir
peran negara. Secara manajemen bermakna meningkatkan efisiensi
pengelolaan usaha.
Privatisasi dilakukan pada umumnya
didasarkan kepada berbagai pertimbangan antara lain sebagai berikut :
• Mengurangi beban keuangan
pemerintah, sekaligus membantu sumber pendanaan pemerintah (divestasi)
• Meningkatkan efisiensi
pengelolaan perusahaan
• Meningkatkan profesionalitas
pengelolaan perusahaan
• Mengurangi campur tangan
birokrasi/pemerintah terhadap pengelolaan perusahaan
• Mendukung pengembangan pasar modal dalam negeri
• Sebagai flag-carrier (pembawa bendera) dalam mengarungi pasar
global.
Landasan
teoritis penting yang mendukung privatisasi adalah aplikasi Teorema Coase
:
“Dalam pasar
bebas biaya transaksi lebih kecil dibanding pada suatu hirarki besar. Dalam pasar bebas pertukaran lebih fleksibel dan arus informasi lebih
efisien. Dengan makin rumitnya perekonomian maka kemampuan memproses informasi
di pusat makin tertinggal dibandingkan arus informasi yang harus diolah.
Karenanya, pengambilan keputusan sering terlambat dan kualit
alasnya pun menurun. Hal ini berdampak pada
rendahnya efisiensi produksi.”
Untuk program yang
harus dirancang adalah dengan memerikan intensif kekaryawan guna untuk
membangun loyalitas dan motivasi untuk meningkatkan kinerja karyawan,kemudian
mengajak calon
investor yang lain untuk bekerja sama dengan perusahaan untuk menambah
perekonomian perusahaan, memanfaatkan teknologi yang semakin lama semakin
berkembang untuk menjalin hubungan dengan partner. Sedangkan
Untuk perbaikan
mesin di perlukan analisa kesalahan dari teknisi. Dan untuk biaya perbaikan
kita dapat mengambil dari penjualan saham.
Langganan:
Postingan (Atom)